Jauh

Segitu gampangnya semua berbeda. Orang-orang yang dulu begitu dekat dengan kita, yang tahu detail kita seperti apa, bisa dengan gampangnya berubah 180 derajat. Padahal jarak tidak begitu jauh, masih dalam satu kota, masih dengan orang yang sama, tapi berbeda watak dan penampilan.

Masih teringat dulu pada masa-masa indah itu.  Ketika kau, aku, dan mereka, masih sering kangen-kangenan satu sama lain. Masing-masing dari kita masih saling merasa memiliki. Kita merasa tidak rela jika harus berpisah, ditambah dengan emot-emot tambahan yang membuat suasana kekeluargaan menjadi semakin bertambah.

Tapi coba lihat sekarang. Kita seolah-olah tak peduli. Kita seperti orang yang tidak pernah kenal sebelumnya. Rasa memiliki itu udah ga kerasa lagi. Semua mulai sibuk sendiri, fokus untuk memikirkan masa depan mereka. Tidakkah ada sedikit waktu untuk mengingat hal-hal kecil dari sobat lamamu, kawan?

Aku kangen masa-masa menjadi anak sekolah dulu. Masa dimana pertemanan jauh lebih penting dibanding apapun. Teman itu udah kayak penentu hidup dan mati. Tidak ada yang memikirkan masa depan. Semua berjalan ala kadarnya, hanya mengikut arus hingga arus itu berhenti sesukanya. Semua orang masih peduli satu sama lain, tidak ada yang fokus sama dirinya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s