Mencontek di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa

BAB 1

PENDAHULUAN

  • LATAR BELAKANG

Mencontek adalah membuat ulang sebuah karya, ide, ataupun hasil kerja orang lain tanpa mengubah sedikitpun karya, ide, ataupun hasil kerja yang ditirunya. Kata lain dari mencontek adalah meniru, menjiplak, menduplikasi, atau menggandakan. Mencontek hampir mempunyai sifat yang sama dengan mencuri, yaitu sama-sama mengambil hak dan milik orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, dengan mudahnya kita bisa menemukan orang-orang yang suka mencontek; misalnya pencipta lagu yang mengambil hak cipta lagu dari pencipta lagu yang lain tanpa izin, atau mengambil desain sebuah kamar dari internet kemudian mengaplikasikannya ke kamar kita sendiri. Orang yang mencontek biasa disebut sebagai pencontek. Sangat jelas bahwa mencontek merupakan perbuatan yang tercela. Secara tidak langsung para pencontek tidak menghargai usaha dan kerja keras orang yang telah mendedikasikan waktunya untuk menghasilkan sebuah karya.

Perbuatan mencontek dapat mengakibatkan para pelakunya menjadi pribadi yang tidak kreatif, dan otak mereka menjadi tidak berkembang karena mereka telah terbiasa mengambil hasil karya orang tanpa mengembangkannya lagi menjadi versi mereka sendiri, meskipun mereka telah meminta izin dari orang yang mereka contek ini. Mencontek bisa membuat para pelakunya menjadi pribadi yang rendah diri, artinya tidak percaya dengan kemampuan yang mereka miliki dalam dirinya.

Selain itu, mencontek juga mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang tidak jujur dan pemalas. Karena sesuatu yang mereka kerjakan ataupun yang mereka hasilkan bukan merupakan hasil dari kerja kerasnya sendiri. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa mencontek ini sudah cukup banyak menambah beban dosa dan catatan amal yang buruk dalam kehidupan umat manusia. Artinya, mencontek merupakan perbuatan yang merugikan hidup dan hal yang sia-sia untuk dilakukan.

Sebenarnya, perbuatan mencontek ini bukanlah sebuah tradisi yang turun temurun, tetapi mereka datang dari dorongan hati manusia itu sendiri. Sama seperti mencuri, mencontek bisa saja dilakukan karena para pelakunya membutuhkan cara untuk mencapai sesuatu yang dia inginkan. Namun, perlu ditegaskan sekali lagi bahwa mencontek adalah perbuatan tercela. Apapun alasannya, cara ini tidak layak menjadi bagian dari proses untuk mencapai sesuatu.

Sesuai dengan kesimpulan di atas, bagaimana jika seandainya perbuatan mencontek ini dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa yang pada dasarnya merupakan bibit unggul untuk bangsa dan negara di masa depan? Tentu hal ini sangat miris dan menyedihkan.

Bayangkan saja, jika dari umur yang masih belia saja mereka tidak dibiasakan untuk berperilaku jujur, rajin, bekerja keras, dan mengembangkan diri mereka untuk menemukan berbagai inovasi terbaru, maka saya yakin di masa depan nanti mereka akan kelelahan dan tidak dapat menyesuaikan diri dalam perkembangan kehidupan di masa yang akan datang. Negara asing pun dengan gampangnya bisa berkuasa di Indonesia, jika para calon penerus bangsa tidak bisa membentengi diri mereka dengan soft skill yang dimilikinya.

Berdasarkan kondisi di atas, maka pada makalah ini saya ingin membahas lebih dalam tentang mencontek dalam ruang lingkup belajar mengajar (khususnya di sekolah dan perkuliahan) sesuai dengan rumusan masalah masalah yang telah saya berikan pada subbab (1.2). Saya sendiri memilih perbuatan mencontek sebagai topik saya karena saya tidak suka orang yang mencontek.

 

  • RUMUSAN MASALAH
  1. Mengapa perbuatan mencontek masih menjadi tradisi di kalangan pelajar dan mahasiswa?
  2. Apa dampak perbuatan mencontek untuk kalangan pelajar dan mahasiswa?
  3. Bagaimana cara agar mencontek tidak lagi menjadi tradisi di kalangan pelajar dan mahasiswa?

 

  • TUJUAN

Tujuan dari karya tulis ini adalah :

  • Membuka pemikiran para pelajar dan mahasiswa agar mereka tidak mencontek lagi dan segera bertaubat
  • Para pelajar dan mahasiswa diharapkan bisa menggunakan akal dan pikiran yang telah dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk belajar dan berusaha keras memahami dan mengetahui apa yang mereka pelajari di sekolah atau di kampus

 

BAB 2

PEMBAHASAN

Walaupun sebenarnya tidak semua pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang suka mencontek, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali ditemukan para pelajar dan mahasiswa yang juga mencontek, baik itu pada saat mengerjakan tugas kelompok atau individu, dan juga pada saat ujian. Bahkan telah menjadi darah-daging untuk beberapa pelajar dan mahasiswa yang telah terbiasa melakukannya.

Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia secara sadar tentu mempunyai alasan tertentu di belakangnya, begitu juga dengan mencontek. Berdasarkan pengalaman yang saya alami di sekitar saya, ada beberapa faktor yang menyebabkan para pelajar dan mahasiswa melakukan perbuatan yang sangat melecehkan diri ini, yakni :

  • Susahnya menemukan orang yang bisa dijadikan guru belajar

Tidak semua pelajar ataupun mahasiswa bisa belajar dan memahami sendiri setiap pelajaran yang ada. Ada beberapa diantaranya yang memerlukan orang sebagai pengajarnya, bisa lewat tempat bimbingan belajar (biasa disebut tempat bimbel) ataupun guru privat. Untuk mahasiswa, sangat jarang disediakan tempat bimbel, sehingga solusi untuk masalah ini adalah belajar dengan teman.

  • Tidak ada waktu mengkaji diri seberapa banyak hal yang tidak diketahui

Beberapa pelajar dan mahasiswa ada yang disibukkan dengan kegiatan diluar proses belajar-mengajar di sekolah dan kampus. Ada yang mengikuti ektrakurikuler atau aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Bahkan ada yang ikut membantu mengurangi beban ekonomi keluarganya, seperti menjadi guru privat atau guru bimbel. Maka apabila terlalu fokus dengan dunia luar sekolah atau kampus membuat pelajar atau mahasiswa menjadi tidak memiliki waktu banyak untk mengasah kemampuan belajarnya.

  • Adanya peluang dari teman

Ini biasanya didasari oleh asas kesetia-kawanan. Artinya, susah dan senang dijalani bersama-sama. Jadi, apabila ada salah seorang diantara temannya yang tidak bisa menjawab suatu soal, maka temannya yang lain dengan senang hati memberikan jawabannya kepada temannya tersebut.

  • Tidak ada diajarkan efek dari mencontek

Pernah ada suatu kisah nyata beberapa tahun lalu, ketika ada tes ujian Struktur Beton untuk mahasiswa Teknik Sipil. Akan tetapi calon mahasiswa tersebut mencontek saat ujian dan mendapatkan nilai bagus untuk mata kuliah tersebut. Setelah lulus, ia wajib mengerjakan proyek pertama untuk membuat jembatan karena nilainya cukup bagus di mata kuliah Stuktur Beton. Karena membutuhkan uang dan pekerjaan ia pun mengerjakan proyek tersebut sebisanya.

Akan tetapi, struktur jembatan yang ia buat runtuh karena ada kesalahan dalam penghitungan yang ia buat, karena kelalaian yang ia buat. Ia dipenjara dan izinnya sebagai insinyur dicabut. Ia menyesal mengapa saat mata kuliah tersebut ia mencontek, mungkin jika ia jujur ia tidak mungkin dipekerjakan pada bagian yang belum ia mengerti.

  • Ingin mendapatkan nilai di atas rata-rata

Karena ingin menyelesaikan studi dengan tepat waktu, tentu harus diperlukan nilai di atas rata-rata. Untuk itu, tidak sedikit beberapa pelajar atau mahasiswa yang menggunakan cara instan (tidak belajar) untuk mencapai target tersebut. Sehingga mencontek menjadi cara cepat agar mereka bisa mendapatkan nilai tinggi.

  • Jenuh atau bosan dalam belajar

Agar kita memahami setiap pelajaran atau mata kuliah, kita harus membaca dan memahaminya terlebih dahulu. Cara belajar setiap orang berbeda-beda, ada yang dengan bermain sambil belajar dan tanpa membutuhkan waktu yang lama saja sudah bisa memahami, ada yang butuh waktu berjam-jam agar bisa memahami suatu pelajaran atau mata kuliah. Bagaimanapun cara belajarnya, tidak semua pelajar atau mahasiswa betah berlama-lama dengan buku tersebut. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti karena memang tidak ada niat atau karena buku tersebut kurang menarik.

 

Segala apapun yang dilakukan di dunia ini tentu mempunyai dampak, termasuk mencontek. Berikut ini adalah dampak dari mencontek :

  • Pemalas dan kurangnya sifat inisiatif

Orang yang terbiasa mencontek otomatis jarang berusaha dan mengasah kemampuannya sendiri karena telah terbiasa mengambil dan menulis ulang jawaban orang lain. Hal ini secara tidak langsung membuat otaknya menjadi sedikit bekerja, sehingga mengakibatkan dirinya malas untuk berusaha dan inisiatifnya untuk berusaha menyelesaikan permasalahna tersebut menjadi berkurang.

  • Mempererat silaturahmi serta komunikasi yang sempat terputus

Harus diakui, ini adalah sisi positif yang memang terjadi saat mencontek ataupun memberikan contekan. Hal ini bisa diibaratkan seperti bersedekah, karena kita memberikan pertolongan kepada orang yang kurang mampu. Namun, konteks kurang-mampu disini bukan dalam masalah ekonomi, tetapi tidak tau dengan jawaban pada soal yang diberikan.

Dalam proses contek-mencontek, terjadi komunikasi antara pencontek dan

orang yang memberikan contekan. Sehingga jika terjadi konflik diantara mereka, maka dengan memberikan contekan, mereka bisa menjalin komunikasi yang sempat terputus itu. Apalagi, pada saat kejadian darurat, dimana hanya sang pemberi contekan yang bisa menjawab soal, dan si pencontek ini belum menjawab satu soal pun, maka mau tidak mau ia pun menanyakan jawabannya, meskipun ia masih kesal ataupun tidak suka berbicara dengan si pemberi contekan. Namun, bagaimanapun kondisinya, mencontek tetap tidak boleh dilakukan.

Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Pada awalnya, membiasakan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak biasa kita lakukan tentu akan terasa canggung bahkan tidak terasa nyaman. Begitu juga untuk mereka yang telah terbiasa mencontek, tentu tidak gampang mengubah dirinya agar tidak mencontek lagi. Maka diperlukan dukungan dari lingkungan terdekatnya agar bisa mengubah perilaku yang tidak baik ini. Selain itu, adanya pemberian sanksi atau hukuman yang tegas kepada orang yang mencontek juga bisa dilakukan  agar mereka jera mencontek. Bahkan dengan diadakannya penyuluhan atau beberapa gambaran umum tentang kerugian mencontek juga bisa diberikan kepada pelajar atau mahasiswa agar mereka bisa merenungi kembali apa yang mereka lakukan.

 

BAB 3

KESIMPULAN

Beberapa faktor yang menyebabkan para pelajar dan mahasiswa melakukan perbuatan mencontek, antara lain:

  • Susahnya menemukan orang yang bisa dijadikan guru belajar
  • Tidak ada waktu mengkaji diri seberapa banyak hal yang tidak diketahui
  • Adanya peluang dari teman
  • Tidak ada diajarkan efek dari mencontek
  • Ingin mendapatkan nilai di atas rata-rata
  • Jenuh atau bosan dalam belajar

 

Dampak dari perbuatan mencontek :

  • Pemalas dan kurangnya sifat inisiatif
  • Mempererat silaturahmi dan komunikasi yang sempat terputus

 

Langkah-langkah yang bisa dilakuan untuk menghindari perbuatan mencontek :

  • Bergabung dengan teman-teman atau lingkungan yang selalu melakukan hal positif agar diri kita sendiri juga terikut melakukan dan memikirkan hal-hal positif
  • Memberikan sanksi ataupu hukuman yang tegas kepada pelajar yang mencontek, seperti pengucilan dalam pergaulan dengan teman-teman di kampus atau di sekolahnya
  • Memberikan penyuluhan atau beberapa gambaran umum tentang kerugian mencontek yang diselenggarakan di kampus atau di sekolahnya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s