Dongeng Jodoh #2

Kalo udah sesuai selera, kenapa harus nunggu-nunggu yang lain?

Kenapa belum ngerasa puas?

Kenapa masih berharap bakal dapat yang lebih?

Kenapa bertindak seolah-olah yang paling sempurna dan bisa dapatin segalanya dengan mudah?

Emangnya siapa sih yang ngejalanin hidup; kalian berdua atau orang yang sibuk bilangin dia ini-itu?

Susah loh, ngedapatin orang yang betul-betul nerima kita apa adanya. Ga mudah buat ga jaim sama orang yang harus kalian kenal lagi sifatnya gimana. Dan sekarang kalian udah saling kenal satu sama lain, ngelebihin orang yang kalian sebut teman akrab.

Kalian bilang orang jadi ga peduli dengan segala hal yang menyangkut kalian berdua sekaligus karena kalian terlalu sibuk dengan dunia kalian? Bisa saja mereka iri kan? Disaat mereka harus sibuk mencari, kalian dengan mudahnya tanpa harus mencaripun sudah bisa mendapatkan apa yang selama ini orang-orang cari. Toh dulunya, sebelum kalian saling kenal dan berteman, kalian berdua juga ga pernah kan ngebuka sebuah ‘pendekatan’ yang dimulai dari kalian? Pasti lawan jenis kalian yang memulai.

Dan sekarang, disaat kalian saling mengenal dan akhirnya berteman layaknya manusia berteman pada umumnya, tiba-tiba tumbuh benih cinta yang dimulai dari rasa nyaman ketika berjumpa satu sama lain.

Lalu, kenapa kamu selalu membohongi diri kamu sendiri? Kenapa kamu tidak pernah mengikuti kata hatimu? Apa yang salah dari dia?

Dia kurang cakep? Dia kurang rajin? Dia kurang bersih? Dia kurang dewasa? Dia kuper di sekolah? Dia kurang alim?

Sekarang balik lagi deh. Banyak mana kurang sama lebihnya? Coba kamu pikir, ada ga pengaruh kekurangan dia dengan kelebihan dia? Ga kan?

Dia tetap selalu siaga buat kamu, biarpun dia sebenarnya juga ikut menanggung beban keluarganya. Banyak masalah yang dia hadapi, dan kamu sudah tau hampir sebagiannya. Mungkin banyak orang yang bilang kalo dia itu terlalu berlebihan dengan kamu. Tapi mereka yang ngomong itu gatau siapa diri dia yang sebenarnya, ga pernah kan mereka dengar langsung gimana kehidupan dia?

Sedangkan kamu? Kamu tau dia kayak gimana. Harusnya kamu ngerti kenapa dia kayak gitu. Kenapa dia belum dewasa, kenapa dia seperti orang yang ingin diperhatikan, dan kenapa kamu yang dipilihnya untuk dengarin salah satu dari sekian banyaknya suara hati dia. Jangan jadikan itu alasan buat berhenti perjuangin perasaan kalian. Ini masih dua kepala. Gimana nanti kalo misalnya kamu udah punya anak banyak, dan mereka punya sifat yang berbeda-beda. Dan belum tentu kan, mereka itu anaknya adem ayem gitu? Kamu harus bersabar, dan pahami bagaimana karakter mereka masing-masing.

Seharusnya, kamu harus bersyukur jika tiba-tiba kamu jatuh hati dengan orang yang punya kekurangan, apalagi kamu udah tau dia dalamnya gimana.

Mungkin, kamu emang ditakdirin Tuhan untuk memperbaiki  dan menutupi kekurangan dia. Karena disanalah bumbu-bumbu pernikahan itu terasa; yakni ketika kedua pasangan saling bisa melengkapi kekosongan satu sama lain.

Belajar untuk memahami, belajar untuk tidak mengeluh, dan belajarlah untuk berani menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Tutup telingamu dengan segala omongan negatif orang tentangnya. Buka matamu, buka pikiranmu, KAMU LEBIH TAU TENTANG DIA! Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, yang ada hanyalah mendekati sempurna. Belajar juga untuk menjadi orang yang kamu mau, bukan terus-terusan mencari orang yang kamu mau. Terima dan serap kalimat ini baik-baik.

Tenang, kamu ga akan merasa sendiri untuk ngerasain manis pahitnya hidup yang sebenarnya, karena kamu punya dia. Dia yang tulus menjadi teman hidupmu. Dia yang bakal selalu berusaha agar kamu merasa tenang. Dan tugasmu, hanyalah terus memberi semangat dan mencurahkan segala perhatianmu kepadanya. Cukup itu. Bukankah indah rasanya, ketika kalian bisa bekerja sama dalam nyelesaiin masalah hidup?

Ingat loh ya, kamu harus percaya sama yang namanya kekuatan cinta. Biarpun kesannya kayak dongeng, berlebihan, atau agak menye-menye, tapi kita harus percayai itu. Karena sejatinya :

Cinta itulah kunci rumah tangga yang harmonis, dan suka duka didalamnya adalah penghias rumah itu. Dan jangan lupa Tuhan yang menjadi alasan rumah itu berdiri, agama sebagai tiangnya,  serta rezki yang halal agar rumah tersebut semakin kokoh.

Jadi, renungkanlah kembali semuanya sebelum penyesalan menjadi akhir dari keputusanmu. Toh umur kita ga pernah ada yang tahu, begitu juga dengan kehidupan kita yang setelah hari ini.

Saya tahu, omongan emang tak semudah praktiknya. Itulah gunanya kita punya dan percaya pada Tuhan. Dekatkan diri kepada-Nya dan mohonkan doa dengan khusyuk.

Trus, kamu ngerasa pemikiran kamu tentang dia ini terlalu cepat? Kamu masih ngerasa kamu cuma mau hidup sama dia karena kesepian? Kamu ngerasa belum punya persiapan?

Yaudah kalo gitu. Kamu lakukan aja perubahan yang lebih baik untuk dirimu setiap harinya. Jangan pernah berhenti meng-upgrade diri kamu dengan berbagai ilmu pengetahuan. Ya pokoknya nikmati aja deh masa kesendirianmu sampai kamu betul-betul yakin dan percaya kalo dia emang jodohmu.

Eh pas udah 27 tahun, masih bingung juga? Belum nemu juga orang yang bisa ngegantiin posisi dia di hati kamu? Kamu masih suka tiba-tiba kangen ga jelas sama dia kalo misalnya dia ‘ngilang’ bentar dalam hidup kamu? Btw kok ribet gitu ya jadinya._.

Yaudah, fix itu mah kalian jodoh. Nikah aja dah daripada kelamaan alias banyak mikir ini-itu.

Tapi kalo menurutku, kamu ga perlulah nungguin atau sampai nyari orang gitu. Soalnya, di QS. An-Nur ayat 26 juga udah dijelasin kok kalo perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan begitu juga sebaliknya.

Jadi, lebih baik kamu aja deh yang fokus ubah diri kamu, kamu cari kekurangan-kekuranganmu yang masih bisa diperbaiki. Terus jangan lupa pasrahkan semuanya apapun sama Allah, sambil ngebuktiin ayat tersebut ke kamu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s