Malam Perdana bersama Murrotal

Rencananya malam ini mau begadang abis-abisan buat bikin power point proposal, karena besok dikumpul. Dan alhamdulillah, sepertinya Allah masih ngizinin aku buat bikin tugas statmat (statistika matematika) yang juga bakal dikumpul besok. Dan sedikit ngurangin beban aku juga. Ketua kelas ngabarin ke grup LINE angkatan kalau besok Kapsel tidak ada jadwal kuliah! Senang betul aku rasanya. Dan topik di grup pun berganti tentang masalah poto angkatan.

Awalnya aku iseng aja, ngasih komen tentang rencana poto ‘angkatan’ yang harus pake absen-absen gitu. Menurutku, masa iya poto angkatan pun juga harus ngebiarin orang-orang yang ga bisa buat ga ikut? Padahal ini untuk dokumentasi. Istilahnya sama kayak buku tahunan. Jadi otomatis harusnya semuanya wajib ikut. Dan kalopun ada yang ga bisa ikut, harusnya yang lain juga usahain gimana caranya supaya yang berhalangan ikut itu bisa diikutkan juga. Bukan ngebiarin mereka dengan segala alasan yang ngebuat mereka jadi ga ikut poto. Ga bisa terus-terusan dibiarkan aja sampe formasi ga lengkap.

Duh. Sudahlah, aku ngetik disini bukan mau ceritain soal itu. Tak ada dipikiranku buat mengkritik lebih dalam lagi soal itu (untuk malam ini).

Aku cuma sekedar cari tempat pelampiasan tentang mood ku yang sedikit aneh malam ini.

Malam ini aku sendirian di rumah. Mama, Papa, sama Dinda lagi nginap di hotel karena besok Dinda ikut lomba. Setiap peserta lomba masing-masing dikasih 1 kamar. Tapi karena guru pendamping Dinda ga bisa ikutan nginap (karena anaknya masih bayi), jadinya Mama sama Papa yang gantiin. Aku ga ikutan karena tadi pengen ngerjain proposal.

Jadi, ditengah ‘kesendirian’ ini, aku ngerasa betul-betul pengen tenang. Ga mau terlalu banyak interaksi ke orang, apalagi setelah nimbrung di LINE tadi. Padahal ada chat salah satu temanku yang minta tolong ke aku ngirimin file ke email, tapi aku abaikan. Aku langsung log out LINE, sampai aku matikan hape supaya ga ada orang yang ngontakin aku malam ini.

Aku betul-betul pengen tenang, nikmatin murrotal juz 30 yang baru aja aku dengarin sambil mencoba menetralisir mood aku yang ga jelas ini.

Karena rumah rasanya sepi kali, jadi aku rasanya pengen ngidupin suatu suara dari laptop aku, dan aku langsung kepikiran suatu suara itu adalah murrotal Al-Qur’an. Dan aku jadi punya ide, kenapa ga tiap buka laptop aja aku hidupin murrotalnya, jadi sekalian aku coba-coba buat dengarin sesuatu yang indah 🙂

Ya Allah, kok jadi pengen jumpa Engkau rasanya (bukan mau mati cop) hiks… Terharu.

Alhamdulillah, akhirnya aku bisa juga punya murrotal yang dari semester 5 udah aku incar. Padahal kemaren unduhnya susah kali, sampai aku harus minta tolong orang buat unduh itu. Tapi hasilnya sedikit mengecewakan, karna bukan suara yang kayak gitu yang aku mau. Tapi tetap aku hargai usahanya, aku tetap simpan murrotalnya.

Ada juga suatu kebetulan yang terjadi sama aku malam ini.

Ntah kenapa sepertinya aku emang dimudahkan Allah buat jadiin murrotal juz 30 dari adek Ahmad Saud sebagai musik yang nemani ketenanganku di kesendirian malam ini. Sebelumnya, tolong jangan deskripsikan kesendirian ini sebagai orang yang kesepian, tapi ini sebagai bentuk me-time, dimana aku betul-betul merilekskan pikiranku sendiri untuk sementara dari beban karena proposal dan hal-hal lainnya).

Mulai dari unduh murrotalnya di internet, sampai unduh aplikasi Winamp yang dulu susaaaaahhhh aku unduh balik setelah laptopku diperbaiki. Ada rasa kaget gitu pas segampang ini aku unduh semuanya, cuma sekali search dan kedua-duanya (murrotal dan Winamp) udah langsung di urutan pertama.

Trus juga, yang buat aku juga ngerasa semua ini emang diizinkan Allah, aku dibiarkan lelet ngerjakan proposal sampai akhirnya ngeharusin aku buat tetap tinggal dirumah karena harus nyelesaiin proposalnya. Dan tiba-tiba kabar kalo bu Ihda sakit malam ini langsung jadi satu hal yang buat aku langsung bilang, “Loh, kok bisa kebetulan gini…?”

Mungkin, bakal beda rasanya kalo aku dengarin murrotal di hotel yang kamarnya kecil untuk 4 orang dengan dengarin langsung di tempat yang betul-betul hening alias cuma aku seorang. Belum tentu bisa seenak dirumah buat dengarinnya, karena ntar beradu sama suara TV yang dihidupin Dinda. Dan aku jadi bersyukur karena malam ini ga nginap di hotel.

Setelah ngetik ini, aku langsung teringat dengan beberapa hal yang belum aku kerjakan, dan salah satunya adalah tugas StatMat wkwkwk.

Oke baiklah, kusudahi saja tulisan ini. Aku masih pengen fokus nikmati murrotalnya hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s