Jadi Hafidz Setelah Lamaran Ditolak

LAMARAN DI TOLAK, PEMUDA INI NEKAT MENGHAFALKAN ALQUR’AN (Kisah haru lika liku pemuda saat menemukan tulang rusuknya).

 

kehadiran saya mengganggu waktu ibu dan bapak.”

Daud pun pamit kepada kedua orang tua Fatimah, sebelum meninggalkan rumah, ayahnya Fatimah menghampiri Daud di pintu gerbang rumahnya, beliau berkata kepada Daud,

“Nak, ayah sangat bangga kepadamu atas keberanian kamu hendak melamar Fatimah, ayah sebenarnya setuju saja jika kamu nantinya menjadi imam buat Fatimah, rasanya baru kemarin ayah mengasuh dan mendidiknya, ternyata Fatimah sekarang sudah dewasa. Maaf ya nak, ayah tidak tahu kalau ternyata ibu sudah mempunyai calon suami buat Fatimah. Kamu harus menjadi lelaki yang kuat, tetap berikhtiar, dan tentunya harus menyertakan Allah dalam setiap keputusanmu, ayah doakan kamu mendapatkan calon istri yang terbaik.”

Nasihat ayah Fatimah yang cukup bijak.

“Terima kasih pak, semoga putri bapak juga mendapatkan calon suami yang bisa membimbing Fatimah dalam mahligai pernikahan yang diridhai Allah ta’ala.”

Daud pun mencium tangan ayah Fatimah sebagai rasa takzim kepadanya dan langsung berpamitan.

“Kak, maafkan Fatimah dan kedua orang tua Fatimah jika silaturahim kakak jadi kurang berkesan, Fatimah tidak tahu jika ibu ingin menjodohkan Fatimah dengan orang lain. Fatimah akan bicara ke ibu kalau Fatimah tidak mau dijodohkan. Kak, besok Fatimah mau kembali ke KL, melanjutkan kuliah. Doakan Fatimah.”

Fatimah langsung mengirimkan sms ke Daud, ia merasa sangat khawatir jika Daud kecewa.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan dan tidak ada yang salah, justru saya yang mohon maaf. Ikuti saja nasihat ibu, beliau tahu mana yang baik untuk anaknya, jangan mengikuti hawa nafsumu. Kakak doakan semoga perjodohan itu bisa membuat kamu lebih fokus dalam belajar karena sudah jelas tujuan hidupnya.” Tutup Daud seraya mendoakan yang terbaik untuk Fatimah.

 

Hari berganti hari, tepat pada hari Sabtu pagi setelah shalat subuh, terlihat Daud khusuk mendengarkan pengajian tafsir di sebuah masjid raya kota Bekasi yang dipimpin ustad Abdul Hakim. Ustad Abdul Hakim adalah seorang imam besar yang sangat masyhur keahliaannya dalam bidang tafsir Al-Quran, beliau lulusan Al-Azhar Mesir, tak aneh bila setiap ada jadwal kajian masjid selalu penuh, banyak jamaah dari jauh yang juga sengaja datang untuk mendapatkan pencerahan ilmu dan hikmah darinya.

“وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Ayat 32 dari surat An-Nur ini adalah anjuran untuk menikah, maksudnya, hendaklah laki-laki yang belum menikah atau tidak beristri atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat menikah.

Oleh karena itu, anggapan bahwa apabila menikah seseorang dapat menjadi miskin karena banyak tanggungan tidaklah benar. Dalam ayat ini terdapat anjuran menikah dan janji Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka yang menikah untuk menjaga dirinya.

Allah mengetahui siapa yang berhak mendapat karunia agama maupun dunia atau salah satunya dan siapa yang tidak, sehingga Dia berikan masing-masingnya sesuai ilmu-Nya dan hikmah-Nya.

Jika sudah siap lahir bathin, segeralah menikah!

Bagi yang belum mampu, Allah telah menjelaskan pada ayat setelahnya. Allah memerintahkan kepada kita untuk menjaga kesucian diri dan mengerjakan sebab-sebab yang dapat menyucikan diri, seperti mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri dalam kegiatan positif dan melakukan saran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu berpuasa.”

Demikian salah satu isi kajian ustad Abdul Hakim yang dibawakan dengan penuh kewibawaan dan retorika yang lantang.

Ternyata tema pembahasan tafsir kali ini sangat menyentuh hati dan perasaan Daud, dia terpana dengan penggalan ayat ini, “Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya”.

Setelah pengajian usai, Daud pun langsung menghampiri sang ustad, rupanya dia ingin bicara empat mata seraya mencurahkan masalah dan ujian hidup yang dialaminya agar diberikan solusi yang tepat dan mencerahkan.

Akhirnya Daud di ajak ke kamar khusus imam di lantai 2 masjid. Dengan panjang lebar Daud bercerita tentang semua hal yang terjadi dalam perjalanan hidupnya, tak terasa air mata Daud pun berlinang.

“Mas Daud, kita tidak memiliki kemampuan untuk mengubah masa lalu dan tidak mampu menggambarkan masa depan dengan gambaran yang kita kehendaki, lalu mengapa kita bunuh diri sendiri dengan bersedih atas apa yang kita tak mampu mengubahnya??!!

Bersabarlah dengan skenario Allah yang indah.”

Banyak kata-kata hikmah yang keluar dari lisan keikhlasan sang ustad, akhirnya Daud bertekad ingin bangkit kembali, bangun dari tidur yang panjang.

Ada satu azzam Daud yang sungguh luar biasa, yaitu ingin mengkhatamkan hafalan Al-Quran 30 juz dan memohon kepada ustad Abdul Hakim untuk mendengarkan hafalannya sampai tuntas, karena hatinya bergetar ketika sang ustad menyarankan untuk menghafal Al-Quran, sebab Al-Quran merupakan obat dari berbagai macam penyakit.

Air mata Daud pun langsung terurai menetes ketika ustad Abdul Hakim membacakan sebuah hadis keutamaan seorang penghafal Al-Quran yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya,

“Dari Buraidah al-Aslami Ra., ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Pada hari kiamat nanti, Al-Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al-Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya, ‘Apakah Anda mengenalku?’ Penghafal tadi menjawab, ‘Saya tidak mengenal kamu.’ Al-Quran berkata, ‘Saya adalah kawanmu, Al-Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya, setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.’ Maka, penghafal Al-Quran tadi diberi kekuasaan di tangan kanannnya dan diberi kekekalan di tangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, ‘Kenapa kami diberi pakaian begini?’ Kemudian dijawab, ‘Karena anakmu hafal Al-Quran.’ Kemudian, kepada penghafal Al-Quran tadi diperintahkan, ‘Bacalah dan naiklah ke tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya.’ Maka, ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan tartil).”

 

Setelah melewati masa-masa sulit dalam menghafal Al-Quran, alhamdulillah akhirnya Daud dapat mengkhatamkan hafalan Al-Quran dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun.

Ustad Abdul Hakim merasa bangga dan terharu atas kegigihan dan kesungguhan Daud, ustad Abdul Hakim pun memberikan sanad hafalannya ke Daud dan berpesan kepada Daud yang dikutip dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh imam Bukhari,

“Jagalah Al-Quran, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Al-Quran itu lebih cepat lepas dari pada seekor onta dari ikatannya.” Sungguh nasihat yang penuh makna.

Setelah itu giliran Daud yang ingin diajak bicara empat mata oleh ustad Abdul Hakim, rupanya ada satu hal penting lagi yang ingin disampaikan sang ustad berkaitan dengan jodoh.

“Mas Daud, maaf jika ini menyinggung perasaan mas Daud. Ada orang tua yang datang kepada saya, kebetulan masih jamaah saya juga, namanya bapak Abdullah, seorang pemimpin perusahaan elektronik di Jakarta, Ph.d lulusan Amerika, dia memiliki 3 putri cantik, dia ingin minta dicarikan calon suami untuk anaknya, kriterianya hanya bisa membimbing putrinya dalam hal agama, menjadi imam yang baik buat putrinya.” Dengan penuh kehati-hatian ustad Abdul Hakim menyampaikannya, tapi tetap dengan kekhasan senyuman di wajahnya yang bersinar.

“Sebelumnya saya berterima kasih karena ustad sudah menyampaikan hal itu, tapi saya mohon maaf, bukan saya menolak, tapi saya takut tidak bisa mengikuti keinginan yang biasa keluarga dia lakukan, karena saya terbiasa hidup sederhana dan memang dari keluarga sederhana.” Jawab Daud juga dengan rona wajah takut mengecewakan perasaan guru ngajinya itu.

“Ya sudah, , sekarang kamu istikharah, jangan lupa hal ini diberitahu ke orang tuamu di kampung.” Demikian nasihat Ustad Abdul Hakim kepada Daud.

“Insya Allah, ustad.” Tutup Daud.

 

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Akhirnya Daud pun menemukan belahan jiwanya, putri bungsu bapak Abdullah, Nourhan Abdullah. Putri bungsu yang manja dan ceria, lulusan Psikologi Universitas Indonesia, itulah bidadari surga yang dipersunting Daud menjadi istrinya.

Kini hidup Daud penuh keberkahan, dia memimpin sebuah pesantren tahfizh modern di Bogor, yang juga mempelajari sains dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).

Pesantren Al-Quran dan Teknologi Fakhruddin Ar-Razi, Daud mengambil berkah dari nama seorang ulama yang sangat terkenal dan sangat berpengaruh pada masanya itu. Ia menguasai berbagai disiplin keilmuan baik di bidang ilmu-ilmu sosial maupun bidang ilmu-ilmu alam eksakta). Ar-Razi juga seorang sastrawan, penyair, ahli fiqh, ahli tafsir, ahli hikmah, ahli ilmu kalam, seorang dokter medis dan sebagainya. Sehingga tidak diragukan lagi banyak para ilmuwan yang belajar kepada beliau baik para ilmuwan dalam negeri maupun para ilmuwan luar negeri.

Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah,

“Kalau datang kepadamu seorang laki-laki yang kamu sukai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah. Kalau tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi.”

Demikian pesan nabi Muhammad Saw. kepada para orang tua, khususnya yang memiliki putri yang belum menikah.

Sangat wajar bila para orang tua memiliki kekhawatiran terhadap nasib anak-anak mereka di masa mendatang, khususnya anak perempuan. Namun Rasulullah Saw. telah memberikan petunjuk dalam memilihkan jodoh untuk anak perempuan. Kuncinya ada dua: AGAMA dan AKHLAK, karena agama tanpa akhlak akan cacat, sedangkan akhlak tanpa agama percuma….

 

Semoga renungan ini bermanfaat..

 

credit by Official LINE : Muslim Terbaik.
diunggah tanggal 19 November 2016 (judul blog dibuat oleh saya sendiri, bukan judul asli tulisan ini. Penulisan yang ditebalkan adalah inisiatif saya sendiri, bukan bawaan tulisan ini)

Backstabber

Parah. Cukuplah hari ini jadi pendengar cerita orang yang dapat cerita dari orang tentang orang lain. Apalagi ini bulan puasa. Emang banyak mudharat jadinya.

Terserahlah apa kata kalian. Kalian cuma bisa judge aja. Kalian cuma bisa ngomong ngeluapin apa yang kalian ga suka tapi kalian ga bisa ngasih solusi.

Mending, kalo emang kalian ga bisa ngapa-ngapain, at least bilang sama aku langsung. Bilang kalo kalian punya kendala sama aku. Aku ga bakal marah, kok.

Aku cuma ga suka aja diomongin dibelakang kayak gini, biarpun kalian ga ngegosip tentang kehidupan aku, biarpun kalian cuma sekedar ngelampiasin apa yang kalian ga suka tentang aku ke orang lain.

Tetap aja, intinya kalian BACKSTABBER!

Aku ga tahu bilang maaf atau ga, karna aku juga ga tahu salah aku dimana sama kalian. Aku gada ganggu kehidupan kalian. aku ga pernah juga ngebicarain soal kehidupan kalian di luar kampus sama teman-teman dekat aku.

Ga nyangka aku kuliah di tempat kayak gini, terlalu banyak kemunafikan. Yang dulunya dekat terus ga dekat lagi aja bisa akhirnya pada ngomongin di belakang smua, dan akhirnya yang diomongin udah pada tahu. Yang keliatannya baik-baik aja ternyata udah pada ngomongin salah satunya di belakang.

Sumpah. Parah. Demi apa!

Pelajaran kali rasanya hari ini. Betul-betul dibukakan mata pikiran aku tentang dengarin cerita orang tentang orang lain biarpun itu fakta, biarpun aku ga percaya apa yang mereka bilang (karena aku cuma menampung cerita mereka, bukan mengolah balik), kecuali kalo ceritanya itu yang bisa ngasih inspirasi positif untuk diri aku.

Cukup malam ini terakhir kalinya aku kayak gitu. Udah ga mau lagi pokoknya. Mulai sekarang harus lebih selektif lagi kalo dengarin cerita/curahan hati orang lain. Apa mungkin abis ini ga ada lagi malah? Bodo amatlah 😀

Lagian sih, aku ga perlu juga sekecewa ini ngeliat kondisi yang aku alami. Sebenarnya ada juga salahku disini, karena aku SERING KALI ngeluhin orang lain tapi di belakang mereka, dan aku cerita ke teman dekat aku.

And now?

HAHAHA. SEMUANYA BERBALIK! hmm iya juga ya, aku baru nyadar pula!

Shaum Barokah. Puasa terbaik yang pernah ada untuk aku yang bakal masuk bab 2 dalam hidup aku. Betul-betul dapat pelajaran hidup pokoknya.

Aku jadi belajar buat HARUS BETUL-BETUL JAGA MULUT AKU YANG SUKA NYOSOR GA JELAS INI. Ga perlulah suudzon sama mereka yang udah kek gitu ke aku, cukup aku aja yang ngerubah diri aku buat ga jadi kayak mereka.

Karena pemikiran orang ga bisa diubah, tapi kita bisa ngerubah pemikiran kita tentang orang.

Jadi… yasudahlah. Biarkan ajalah semuanya berjalan seperti biasa, seperti sebelum aku tau semuanya malam ini.

Semoga aku bisa punya kesempatan sama kalian buat minta maaf ke satu angkatan karena pernah kesal sama kalian di belakang kalian. Semoga umur ini adalah umur terakhir aku ngedumel sama kalian. Semoga aku bisa ngejalani hidup sesuai yang aku mau tanpa harus punya rasa kesal ke orang lain. Semoga aku bisa jadi orang yang ikhlas ngeliat orang yang kadang sifatnya ga sesuai dengan apa yang aku mau.

Terima kasih kawan, untuk pelajarannya malam ini. Kalian terbaik. Kalian itu inspirasi terbaik untuk aku supaya betul-betul bisa memperbaiki bagian diri aku yang error.

Lucu pula ya. Tadi diatas aku ngedumel terus ujung-ujungnya malah bersyukur 😆

Tapi aku serius ngucapin makasih ke kalian.

Akhir kata, semoga semua semoga-semoga yang aku bilang tadi, bisa terrealisasikan.

Aamiin ya Allah.